Selasa, 13 Desember 2011

PASAR DALAM KEGIATAN EKONOMI


Secara sederhana pasar dapat diartikan sebagai tempat bertemunya antara pembeli dan penjual. Definisi tersebut, ternyata bersifat tradisional sebab dengan kemajuan teknilogi dn informasi pembelian dan penjualan barang tidak harus bertemu secara langsung pada suatu tempat, tetapi pembeli memesan barang dapat lewat telepon atau lewat surat atau perantara lainnya. Pasar dapat diartikan sebagai situasi dimana permintaan dan penawaran bertemu untuk melakukan transaksi.
                Apabila berbicara mengenai pasar,seringkali dapat dibedakan berdasarkan pada barang yang diperdagangkan, jenis, waktu, luas kegiatan distribusi, bentuk, dan banyaknya penjual dan pembeli 
a.       Berdasarkan Barang yang Diperdagangkan
Macam pasar seperti ini,barang yang diperdagangkan dapat berupa barang konsumsi dan barang sumber daya produksi
1)      Pasar barang konsumsi adalah pasar yang menjual barang-barang konsumsi yang dapat langsung digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia
2)      Pasar sumber daya produksi adalah pasar yang menjual barang-barang sumber daya produksi yang akan digunakan untuk kelancaran proses produksi
b.      Berdasarkan Jenisnya
Kegiatan yang digunakan sebagai tolak ukur dari pasar ini aalah berkaitan dengan cara penjual dan pembeli bertemu dalam hubungan denagn transaksi jual beli. Berdasarkan jenisnya pasar dapat dibedakan menjadi :
1)      Pasar konkret merupakan tempat berkumpulnya penjual dan pembeli untuk memperjualbelikan barang yang ada di pasar tertentu.
2)      Pasar abstrak merupakan pasar tidak nyata karena barang-barangyang diperdagangkan tidak berada di pasar, pedagang hanya menawarkan barang-barang atas jenis dasar contoh yang sudah ditentukan bentuk, jenis, dan kualitasnya.
c.       Berdasarkan Waktunya
1)      Pasar harian adalah pasar kegiatannya berlangsung setiap hari, penjual dan pembeli dapat melakukan transaksi jual beli barangnya setiap hari.
2)      Pasar mingguan adalah pasar yang kegiatannya diselenggarakan hanya satu minggu sekali, yaitu pada hari-hari tertentu.
3)      Pasar bulanan adalah pasar yang kegiatan jual belinya diilakukan sebulan sekali
4)      Pasar tahunan adalah pasar yang diselenggarakan hanya setahun sekali
d.      Berdasarkan Luar kegiatan Distribusi
1)      Pasar setempat biasanya menyediakan barang –barang yang dibutuhkan oleh konsumen yang bertempat tinggal sekitar pasar. Barang-barang yang diperjualbelikan barang-barang kebutuhan sehari-hari
2)      Pasar daerah pasar merupakan yang umumnya terdapat di kota administrative, kabupaten dan provinsi. Dalam pasar ini berkumpul para pedagang menengah yang melayani pedagang kecil dan eceran.
3)      Pasar nasional merupakan pasar yang memperjualbelikan barang-barang untuk kebutuhan konsumen secara nasional.
4)      Pasar International adalah pasar yang memperdagangkan barang-barang yang diminati oleh konsumen yang berasal dari seluruh dunia, dan tentunya berkualita satndar international
Perbedaan jumlah enjualan dan pembelian akan membentuk perbedaan strutur pasar. Struktur pasar juga akan mempengaruhi perilaku setiap pembelian terhadap perubahan harga barng atau jasa yang ada di pasar tersebut. Berikut merupakan bentuk-bentuk paar barang berdasarkan strukturnya.
a.       Pasar Persaingan Sempurna
Pasar persaingan sempurna merupakan suatu usaha dari pengusaha atau perseorangan yang dilakukan secara bebas dalam rangka menarik langganan. Persaingan akan terjadi apabila penjual dan pembe;I dalam jumlah besar mengadakan saling berhubungan secara aktif dengan masksud memaksimumkan keuntungn dan kepuasan ata dasar harga-harga yang ditentukan oleh penwaran dan permintaan. Cirri-ciri dari pasar persaingan sempurna adalah : 
1.        Jumlah penjual dan pembeli banyak
2.       Barang yang dijual bersifat homogeny
3.       Penjual brrsifat pengambilan harga
4.       Posisi tawar konsumen kuat
5.       Sulit memperoleh keuntungan di atas rata-rata
6.       Sensitive terhadap perubahan harga
7.       Mudah untuk masuk dan keluar pasar

b.      Pasar Persaingan Tidak Sempurna
Suatu kondisi yang keberadaannya dipengaruhi oleh beberapa factor yang dominan, seperti
1.       Sebagian dari penjual dan pembeli kurang mengetahui kondisi pasar
2.       Penawaran suatu produk mempunyai sifat monopolistis
3.       Produk yang dihasilkan berbeda-beda
4.       Perbedaan reaksi dari penjual dan pembeli atas perubahan permintaan dan penawaran
5.       Adanya campur tangan pemerintah
Berikut ini adalah jenis-jenis pasar peraingan tidak sempurna, yaitu
1.       Pasar Monopoli
Pasar monopoli akan terjadi jika di dalam pasar hanya terdiri atas satu produsen atau penjual.Ciri-ciri pasar monopoli
-          Hanya ada satu penjual atau produen
-          Produk yang ditawarkan dikuasai oleh perusahaan monopoli
-          Monopoli umumnya dijalankan oleh pemerintah pada barang dan jasa berpengaruh pada hajat hidup orang lain
-          Sangat sulit untuk masuk ke pasar karena Peraturan Undang-undang maupun sumber daya yang sulit didapati
-          Hanya ada satu jenis produk tanpa adanya altern atif pilihan
-          Tidak dibutuhkan strategi dan promosi
2.       Pasar Oligopoli
Pasar oligopoly merupakan bentuk pasar yang didominasi oleh beberapa produsen atau penjual dalam satu wilayah area tertentu. Berikut merupakan cirri-ciri pasar oligopoly,yaitu
-          Harga produk yang dijual relative sama
-          Keunggulan merupakan kunci sukses
-          Sulit masuk ke pasar karena butuh suber daya yang besar
-          Terdapat beberapa penjual yang menguasai pasar
-          Adanya kebergantungan yang kuat anatara perusahaan
3.       Pasar Persaingan Monopolistik
Pasar monopolistic terjadin ketika jum;ah produsen atau penjual banyak dengan produk yang serupa atau sejenis. Namun memiliki konsumen produk tersebut berbeda-beda antara produsen yang satu dengan yang lain. Cirri-ciri pasar persaingan monopolistic:
-          Untuk berhasil diperlukan keunggulan bersaing
-          Merek yang menjadi cirri khas produk berbeda-beda
-          Produsen atau penjual hanya memiliki sedikit kekuatan merubah harga
-          Relative mudah keluar masuk pasar
-          Terdapat banyak penjual, tetapi tidak sebanyak pada pasar persaingan sempurna
-          Terdapat kegiatan promosi
4.       Pasar Monopsoni
Pasar monopsoni adalah pasar yang hanya terdiri atas seorang pembeli. Oleh karena itu, pada pasar monopoli hanya terdapat satu pembeli dengan banyak penjual. Cirri-ciri dari pasar monopsoni :
-          Harga barang tidak terlalu tinggi
-          Kualitas harga terjamin
-          Produsen merupakan pihak yang kurang menguntungkan
-          Konsumen merupakan pihak yang diuntungkan
5.       Pasar Oligopsoni
Pasar oligopsoni merupakan pasar yang dikuasai oleh lebih dari dua orang pembeli dengan pemasukkan dari sejumlah penjual. Ciri-ciri dari pasar ini adalah
-          Konsumen memiliki pengaruh terhadap harga
-          Terdiri atas penbeli besar dan pembeli kecil
-          Merupakan tempat pemusatan pembeli
-          Pasar Faktor produksi
6.       Pasar Tenaga Kerja
Pasar tenaga kerja adalah pasar yang terbentuk dari interaksi antara permintaan dan penawaran tenaga kerja. Pada perekonomian tertutup penawaran tenaga kerja pada dilakukan oleh rumah tangga, sedangkan pada perekonomian terbuka penawaran tenaga kerja juga dapat berasal dari asing atau luar negeri.
Sumber : ADVANCE LEARNING ECONOMICS 1 oleh Herlan Firmansyah, Romi Pernando, dan Agus Awaludin


PERMINTAAN DAN PENAWARAN


Permintaan dan penawaran merupakan dua kekuatan utama yang menentukan harga. Oleh karena itu, untuk mamhami fungsi mekanisme pasar yang membentuk system harga perlu diketahui arti dan factor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penwaran.
Di pasar barang, pada saat baramg-baramg konsumsi diperjual belikan , harga barang ditentukan oleh interaksi antara permintaan yang akan datang terutama dari rumah  tangga konsumen. Kemudian penawran yang datang dari rumah tangga perusahaan.
·   PERMINTAAN
Permintaan adalah sejumlah barang atau jasa yang diminta dan dapat dibeli dalam berbagai tingkat harga pada periode tertentu. Pengertian tersebut menunujukkan bahwa permintaan berasal dari seseorang atau kelompok yang membutukan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhannya. Orang atau kelompok orang yang membutuhkan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan tidak lain adalah konsumen. Banyak sedikitrnya sejuymlah permintaan barang yang diminta tergantung pad harga.
Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan adalah :
a.       Harga Baang itu sendiri : semakintinggi tingkat harga suatu barang, semakin sedikit barang yang diminati.
b.      Harga produk lain yang berhubungan : perubahan harga pokok lain yang memiliki hubungan subtitusi akan mengalihkan konsumen untuk membeli produk lain.
c.       Pendapatan Konsumen : hubungan antara pendapatan dan jumlah barang yang diminati bersifat searah. Hal ini, jika pendapatan konsumen naik konsumen tersebut akan meminta sejumlah barang yang lebih tinggi per unit waktu dan sebaliknya pernyataan tersebut berlaku terhadap barang norma.
d.      Selera dan Prefensi Konsumen : dapat mempengaruhi permintaan terhadap suatu barang jasa. Naiknya seleraakan mengakibatkan naiknya permintaan barang tersebut.
e.      Ekspetasi Masyarakat : perubahan atas perkiraan keadaan masyarakat pada masa mendatang akibat kebijakkan pemerintah tertentu. Misalnya, pemerintahan yang baru akan akan menaikkan harga BBM.
f.        Jumlah Konsumen : permintaan pasar merupakan semua penjumlahan dari permintaan individual. Dengan demikian, semakin banyak konsumen, maka jumlah permintaan pasar terhadap barang tersebut akan semakin banyak pula.

                Hukum permintaan dan Kurva Permintaan, permintaan dengan harga memiliki hubungan yang sangat erat karena kekuatan permintaan akan menentukan harga, sebaliknya tingkat harga akan mempengaruh tingkat permintaan. Naik turunnya harga akan berpengaruh terhadap nauk turunnya permintaan. Oleh karena itu, antara permintaan dengan harga memiliki hubungan fungsional.  
                HUKUM PERMINTAAN menyatakan “Makin rendah harga suatu barang, maka semakin banyak permintaan terhadap barang tersebut. Sebaliknya, semakin tinggi harga suatu barang, maka semakin sedikit permintaan terhadap barang tersebut.”
                Berdasarkan hipotesis hokum permintaan dapat diambil kesimpulan, bahwa :
1.       Apabila harga suatu naik, pembeli akan mencari barang lain yang dapat digunakan sebagai pengganti barang tersebut. Begitu juga sebaliknya, apabila barang tersebut turun, konsumen akan menambah pembelian terhadap barang tersebut
2.       Kenaikkan hartga menyebakan pendapatan rill konsumen berkurang sehingga memaksa konsumen mengurangi pembelian, terutama barang yan akan naik harganya.
              Hubungan anatara harga dan jumlah barang yang diminta sisebut sebagai skedul atau table permintaan. Skedul atau table permintaan yang digambarkan secara grafik disebut sebagai kurva permintaan. Kurva permintaan merupakan gambaran hubungan harga barang yang bersangkutan dan jumlah barang yang diminta.

·            PENAWARAN
                    Penawaran dapat diartikan sebagai keseluruhan jumlah barang dan jasa yang ditawarkan dalam sebagai tingkat harga yang berlaku di pasar pada satu periode tertentu. Dalm definisi tersebut terkandung hubungan antara jumlah barang dan jasa yang ditawarkan dengan tingkat harga. Hubungan antara harga dan jumlah barang yang ditawarkan dapat dinyatakan dalam fungsi penawaran. Banyak sedikitnya jumlah barang yang ditawarkan tergantung pada harga. Juka harga barang naik, maka jumlah yang ditawrkan naik.
Faktor-faktor yang memengaruhi penawaran barang dan jasa adalah sebagai berikut :
ü  Harga Barang Bersangkutan
Jika terjadi kenaikkan harga, akan meningkatkan jumlah penawaran. Jka harga mengalami penurunan, akan menurunkan barang yagng ditawarkan.
ü  Harga Barang Lain
Jika harga barang impor naik, masyarakat cenderung untuk membeli barang buatan dalam negeri sehngga mendorong perusahaan dalam negeri untuk menambah produksinya. Oleh karna itu, penawaran barang tersebut menjadi meningkat.
ü  Biaya Produksi
Jika biaya faktor produksi tinggi, peusahaan akan rugi, bahkan akan menutup perusahaannnya sehingga barang yang diproduksi akan turun. Oleh karena itu, faktor biaya produksi sangat berpengaruh sekali terhadap junmlah barang yang ditawarkan
ü  Tujuan Produksi
Setiap perusahaan memiliki tujuan memaksimumkan keuntungan sehungga menggunakn kapasitas produksinya secara maksimal, tetapi produksi pada tingkat kapasita yang maksimum menyebabkan penawaran sedikit.
ü  Tingkat Teknologi Kemajuan teknologi akan mengakibatkan produksi bertambah cepat, biaya produksi semakin rendah dan tentunya keuntungan akan bertambah.
                Adanya perubahan pada factor-faktor produksi yang menentukan penawaran, akan memengaruhi kurva permintaan. Apabila factor-faktor tersebut menyebakan terjadinya p-eningkatan terhadap penawaran barang dan jasa, kurva penawaran akan bergeser ke kanan dari kedudukannya semula.
                Jumlah barang yang ditawarkan dengan tingkat harga memiliki hubungan yang sangat erat, karena jumlah barang yang ditawarkan dengan harga memiliki hubungan yang sejajar. HUKUM PENAWARAN menyatakan : “Hukum penawaran pada dasarnya menyatakan bahwa semakin tinggi harga suatu barang, semakin banyak jumlah barang tersebut akan ditawarkan oleh penjual. Senbaliknya semakin rendah harga suatu barang maka semakin sedikit jumlah barang tersebut ditawarkan.

KEGIATAN EKONOMI DAN PELAKUNYA


1.Kegiatan Produksi
Kegiatan Produksi adalah kegiatan menghasilkan atau menambah nilai guna  suatu barang dan jasa. Kegunaan suatu barang akan bertambah, jika memberikan manfaat baru atau lebih dari bentuk semula. Misalnya Butik, pabrik sepatu, pabrik bola, rumah sakit, sekolah, dan rumah produksi film atau sinetron. Fungsi ilmu ekonomi dalam kegiatan produksi, yaitu memilih bagaimana teknologi,sumber daya factor produksi dapat dikombinasikan dengan efektif dan efisien sehingga menghasilkan output yang murah dan berkualitas.
2. Unsur-unsur Produksi
Ada tiga unsure produksi, yaitu input produksi, proses produksi dan output produksi.
a.       Input produksi adalah sesuatu yang dapat diolah
b.      Proses produksi adalah kegiatan yang mengubah atau mengolah input menjadi output. Disinilah peran tekhnoilogi berperan penting untuk menentukan bagaimana factor-faktor produksi dikombinasikan untuk menghasilkan barang lain.
c.       Output adalah hasil dari proses produksi.
3. Faktor-faktor produksi
                Faktor Produksi adalah unsur-unsur yang digunakan dalam proses produksi. Faktor-faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi terdiri atas sumber daya alam, tenaga kerja manusia, sumber daya modal, dan umber daya keahlian.
a.       Sumber Daya Alam
Merupakan segala sesuatu disediakan oleh alam guna memenuhi kebutuhan. Misalnya tanah, tumbuhan,hewan, udara,air, sinar matahari dan emas.
b.      Sumber Daya Manusia
Merupakan semua  kegiatan manusia baik jasmani dan rohani yang dipakai dalam proses produsi. Tenaga kerja manusia berdasarkan kualitasnya dapat diklasifikasikan seperti Tenaga kerja terdidik, tenaga kerja terlatih, dan Tenaga kerja tak terdidik
c.       Sumber Daya Modal
Barang atau hasil produksi yang digunakan untuk menghasilkan produk selanjutnya. Factor produksi modal dapat dikategorikan sebagai berikut :
-Bentuk modal => Modal Nyata(modal yang dapat dilihat secara  kongret dalam proses produksi), dan Modal tidak Nyata  (modal yang  tidak dapat dilihat,tetapi memiliki nilai dalam perusahaan.
-Manfaat dalam Proses Produksi => Modal Tetap (barang-barang modal yang dapat digunakan berkali-kali dalam produksi), dan Modal Lancar (barang-barang modal yang habis sekali pakai dalam proses produksi)
   d.    Sumber Daya Keahlian atau kewirausahaan
            Sumber daya keahlian adalah factor produksi yang engatur dan mengombinasikan factor-faktor produksi secara efektif dan efisien.
         
4.       4. Fungsi Produksi
           
            Dalam proses produksi, posisi factor produksi memiliki hubungan yng sangat erat dengan output yang dihasilkan. Output (keluaran) dari proses produksi sangat tergantung dari factor produksi sebagai input (masukan) dalam proses produksi. Suatu produksi bergantungn pada proses produksi yang dilakukannya. Selain itu, proses produksi bergantung juga pada factor-faktor produksi yang digunakan, sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai factor produksi yang dikeluarkan dalam proses produksi.

5. Perluasan Produksi

            Perluasan produksi artinya kegiatan meningkatkan produksi dengan maksud untuk meningkatkan produk, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Peningkatan produk secara kuantitatif dapat dilakukan  dengan cara peningkatan jumlah produk, sedangkan peningkatan produksi kualitatif dapat dilakukan dengan cara peningkatan jenis dan mutu produk yang dihasilkan.
            Perluasaan produksi sangat diperlukan oleh produsen karena beberapa sebab, diantaranya :
1)      Bertambahnya kebutuhan manusia baik secara kuantitatif ataupun kualitatif.
2)      Adanya barang yang rusak,kadarluasa, atau habis
3)      Adanya hasrat manusia untuk meningkatkan kemakmurannya.
Perluasan produksi dapat dilakukan dengan melakukan pengenbangan melalui cara-cara sebagai berikut.
1)   Ekstensifikasi: perluasan produksi dengan cara menambah factor atau unit produksi yang baru
2)   Intensifikasi : Perluasan produksi dengan cara peningkatan produktivitas dari factor-faktor produksi yang ada pada setiap unit produksi.
3)   Diversifikasi : Perluasan produksi dengan menambah jenis atau macam produk yang dihasilkan.

A.   KONSUMSI
                Konsumsi merupakan salah satu kegiatan dalam perekonomian selain produksi dan distribusi. Kehidupan manusia tidak akan terlepas dari konsumsi.  Dalam kehidupan sehari-hari konsumsi sering diartikan sebagai kegiatan memakai, menggunakan, atau memanfaatkan barang atau jasa. Jika kegiatannya dinamakan konsumsi, pelakunya disebut konsumen. Konsumen adalah orang atau lembaga yang melakukan konsumsi, yaitu memakai atau memanfaatkan barang dan jasa untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
                Tujuan Konsumsi pada dasarnya dilakukan dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan. Adapun tujuan kegiatan konsumsi dapat digolongkan menjadi 4, yaitu :
1)      Mengurangi nilai guna barang atau jasa secara bertahap.
2)      Menghabiskan nilai guna barang dan jasa skaligus
3)      Memuaskan atau bermanfaat kebutuhan rohani
Faktor yang mempengaruhi tingkat konsumsi yaitu sebgai berikut :
1)         Tingkat Pendapatan :makin tinggi tingkat pendapatan suatu rumah tangga, akan semakin tinggi tingkat konsumsinya. Sebaliknya, jika pendapatannya kecil maka konsumsinya kecil pula.
2)      Tingkat harga : Banyak sedikitnya barang yang akan dikonsumsi sangat bergantung pada harga. Dengan kata lain, konsumis dikurangi pada waktu harga tinggi dan konsumsi dapat ditingkatkan jika harga lebih rendah.
3)      Sikap dan Gaya Hidup : Sikap dan gaya hidup seseorang sangat memengaruhi tingkat konsumsi. Jika sikap dan gaya hidupnya boros, ia cenderung berperilaku konsumtif, yaitu kebiasaan untuk membelanjakkan semua uang untuk membeli bnarang, padahal barang tersebut belum tentu bermanfaat.
4)      Adat Istiadat : Adat Istiadat juga dapat mempengaruhi konsumi. Misalnya untuk upacara tradisional diperlukan barang-barang tertentu.
5)      Model Barang :  Model Barang yang sedang tren dapat memenuhi perilaku masyarakat dalam konsumsi.
6)      Kegiatan Berkompetensi dengan Konsumen Lain : Barang subtitusi jika seorang konsumen memilki hasrat atau keinginan  berkompetensi dengan konsumen lainnya, biasanya tingkat konsumsinya akan besar.
7)      Selera Konsumen : Selera Konsumen setiap orang berbeda-beda. Adanya perbedaan selera jelas akan mempengaruhi konsumsi masyarakat terhadap barang dan jasa.

Guna Barang adalah kemampuan suatu barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan. Kegunaan uatu barang dapat digolongkan sebagai berikut :
1)      Kegunaan unsur adalah suatu benda memiliki kegunaan berdasarkan dari unsur benda tersebut.
2)      Kegunaan tempat adalah kegunssn benda setelah dipindahkan tempatnya.
3)      Kegunaan Waktu yaitu kegunaan benda jika dipakai sesuai waktunya
4)      Kegiatan bentuk adalah kegunaan benda setelah mengalami perubahan bentuk
5)      Kegunaan kepemilikan artinya kegunaan jika telah dimiliki
6)      Kegunaan pelayanan adalah pelayanan akan berguna jika dilakukan
Nilai barang dan jasa dapat dibedakan menjadi dua macam nilai, yaitu nulai pakai dan nilai tukar :
1)      Nilai Pakai
Nilai pakai adalah kemampuan suatu barang dan jasa saat diguanakan oleh konsumen. Nilai pakai terbagai atas nilai pakai subjektif yaitu nilai barang atau jasa ditinjau dari penggunaannya sedangkan nilai pakai objektifnya adalah nilai barang atau jasa ditinjau sari barang atau jasa tersebut.
2)      Nilai Tukar
Nilai Tukar kemampuan barang untuk ditukar dengan barang lain.  Nilai tukar terbagi aas nilai tukar objektif, artinya nilai tukar barang berdasarkan barangnya. Nilai tukar subjektif, artinya nilai tukar barang berdasarkan orang yang menukarkannya.


Sumber : ADVANCE LEARNING ECONOMICS 1 oleh Herlan Firmansyah, Romi Pernando, dan Agus Awaludin

Jumat, 02 Desember 2011

ILMU EKONOMI


ILMU EKONOMI

a.                 Pengertian Ilmu Ekonomi
Xenophon menyatakan bahwa secara etimologi, kata ekonomi berasal dari Bahasa Yunani, Oikonomia yang merupakan gabungan dari dua kata, yaitu dari kata oikos yang berarti rumah tangga, dan nomos yang berarti aturan, kaidah atau pengelolaan.Jadi pengertian yang sangat sederhana adalah aturan-aturan, kaidah-kaidah atau cara pengelolaan suatu rumah tangga.
Menurut beberapa ahli,mengenai definisi ilmu ekonomi
1.     Paul A. Samuelson (2001) mendefinisikan ekonomi sebagai kajian masyarakat menggunakan sumber daya yang langka untuk mmproduksi komoditi-komoditi berharga dan mendistribusikannya kepada masyarakat luas
2.     Alferd Marshall, mendefinisikan ilmu ekonomi sebagai suatunstudi tentang manusia dalam kehidupannya sehari-hari yang mempelajari tindakkan individu atau kelompok yang berkaitan erat dengan pencapaian atau pemenuhan alat kebutuhan materi bagi kesejahteraan hidup.
3.     Dominick Salvatore dan Eugene A. Diulio mendefinisikan ekonomi adalah ilmu sosial yang mempelajari individu-individu dan organisasi yang terlibat dalam produksi, konsumsi, dan distribusi barang dan jasa.
Ilmu ekonomi mulai dirintis oleh para Merkantilis dan kaum Fisiokritis di Prancis antara abad ke-16 dan ke-17. Sejarah ilmu ekonomi yang lahir pada tahun 1776 disebut sebagai ilmu ekonomi politik bukan ilmu ekonomi. Ilmu ekonomi politik adalah suatu ilmu kemasyarakatan modern yang membahaas hubungan antara proses-proses politik dan ekonomi.

b.   Kebutuhan Manusia
Kebutuhan ada dua istilah yang menarik,yaitu kebutuhan (needs) dan keinginan (wants).
Kebutuhan merupakan hal dasar yang diperlukan manusia untuk memenuhi kebutuhannya karena akan berpengaruh kepada derajat kemanusiaan.
Sedangkan keinginan merupakan kebutuhan yang telah dipengaruhi ol;eh lingkungan, pendidikan, kedudukan, sosial, kepentingan, dan tujuan
Kebutuhan dapat dibedakan dalam 5 kelompok,yaitu
1.     Kebutuhan menurut Intensitasnya
2.     Kebutuhan menurut Sifatnya
3.     Kebutuhan menurut Waktu
4.     Kebutuhan menurut Wujud
5.     Kebutuhan menurut Subjek
Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi Kebutuhan:
1.     Keadaan Alam atau Lingkungan
2.     Pendidikan
3.     Agama
4.     Adat istiadat
5.     Peradaban
Fakta menunjukkan kebutuhan manusia banyak dan beragam. Oleh karena itu, diperlukan berbagai alat pemuas kebutuhan. Alat-alat pemuas kebutuhan seperti tempat tinggal, sepatu,  dan alat-alat yang dibutuhkan dalam ekonomi disebut barang.  Alat pemuas kebutuhan dapat diklasifikasikan:
1.  Berdasarkan kegunannya
-Barang Konsumsi :benda yang dapat langsung digunakan memenuhi kebutuhan
- Barang Produksi :barang modal,benda ini dapat diguakan untuk memproduksi benda lain.
2.  Berdasarkan Bagaimana Cara Meperolehnya
   -Barang Ekonomi : barang-barang yang untuk memperolehnya diperlukan pengorbanan baik waktu, biaya, atau tenaga.
   -Barang Bebas      : barang yang jumlahnya melimpah seperti sinar matahari di daerah tropis,dan udara bersih di daerah pegunungan.barang-barang tersebut memperolehnya tidak membutuhkan pengorbanan.
3.  Berdasarkan Hubungannya dengan Barang Lain
   - Barang Subtitusi  : Barang yang fungsinya dapat menggantikan fungsi barang lainnya.
   - Barang Komplementer : Barang yang fungsinya dapat melengkapi barang lain
4.  Berdasarkan Pengaruh Terhadap Proses Produksi
   -Barang Mentah : Barang yang belum mengalami proses produksi,tetapi belum dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia secara sempura.
   - Barang Jadi : Barang sarana pemuas kebutuhan manusia yang sudah mengalami proses produksi secara tuntas atau sempurna dan dapta digunakan untuk memenuhi kebutuhan.


Sumber : Economics, Herian Firmansyah, Romi Pernando ,dan Agus Awaludin